Metode atau cara pengajaran guru yangcenderung konvensional dan tradisional, sehingga membuat rata-rata hasil belajar siswa rendah menjadikan salah satu dasar dalam melakukan penelitian ini. Sehingga diperoleh peluang untuk melakukan penelitiantentang efektivita penggunaan pendekatan Contextual Teaching-Learning(CTL) dalam proses pembelajaran IPA tentang Wujud Benda dan Perubahannya. Salahsatu upaya guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami setiap matapelajaran , khususnya mata pelajaran IPA yang membahas masalah Wujud Benda danPerubahannya bagi siswa kelas IV SDPN Setiabudi kota Bandung adalah denganmenggunakan metode penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam PTKini dicoba diterapkan pendekatan CTL yang merupakan pendekatan pembelajaransecara aplikatif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang Wujud Benda danperubahannya, sehingga mereka mampu meningkatkan nilai dan prestasi belajarnya.Hal ini terbukti dengan adanya grafik hasil penilaian tes (pre-tes dan pos-tes)yang cenderung meningkat secara signifikan. Dalam PTK ini digunakan (tiga )siklus penelitian sebagaimana diuraikan oleh Kemmis dan Taggart tentangpenelitian tindakan yang memiliki 4 (empat) tahap penting di dalamnya,yaitu:tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan (acting), tahap pengamatan(observing), dan tahap refleksi (reflecting). Pada tahap perencanaan, guruberupaya untuk merencanakan sebuah pembelajaran yang dapat merangsang siswalebih pro-aktif sebagai subyek pembelajaran bukan sebagai objek pembelajaran denganberbagai indikator keberhasilan yang sesuai Standar Kompetensi dan KompetensiDasar mata pelajaran dimaksud. Sementara pada tahap pelaksanaan , guru mencobamenerapkan segala apa yang tertuang dalam RPP sebagai bagian dari tahapperencanaan sebelumnya. Sedangkan pada tahap pengamatan, guru mencoba untukmenganalisa sampai sejauh mana proses pembelajaran itu sesuai dengan SK, KD,dan tujuan pembelajaran sampai ditemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalamtahap berikutnya. Dan pada tahap akhir atau refleksi, guru dimotivasi untukmelakukan perbaikan atas segala kesalahan dan kelemahan yang terjadi selamaproses pembelajaran sebelumnya.
